Sabtu, 14 November 2015

kunjungan koperasi



Koperasi KOPMA FIB UI

Profil

Nama Organisasi: Koperasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (KOPMA FIB-UI)
Berdiri Tanggal: 18 November 1989
Badan Hukum : No. 07/BH/KDK.9.4/II/2000
Sekretariat: Kampus UI Depok Gd.IX Lt.1 FIB UI
Email: kopma_fibui@yahoo.com
Friendster: kopma_fibui@yahoo.com
Facebook: kopma_fibui@yahoo.com

Visi Misi KOPMA FIB UI

Visi : Menjadikan KOPMA FIB UI sebagai organisasi kewirausahaan yang potensial dan profesional berlandaskan nilai-nilai dan prinsip koperasi
Misi :
1.Menyelenggarakan program pengembangan anggota melalui pendidikan dan pelatihan di bidang perkoperasian maupun kegiatan-kegiatan yang memacu potensi kreatifitas anggota
2. Meningkatkan efektifitas sistem kaderisasi dan pemberdayaan anggota
3. Mengembangkan usaha yang tepat sasaran dan profitable
4. Meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan bagi konsumen
5. Membangun soliditas dan sinergitas baik dikalangan internal maupun eksternal.


Pengalaman perjalanan

Salam sejahtera para pembaca yg terhormat, disini saya akan sedikit berbagi tentang pengalaman saya dari rumah menuju koperasi Kopma FIB UI yang berada di dalam kawasan UNIVERSITAS INDONESIA dalam Fakultas Ilmu Budaya.

Perjalanan saya awali dari rumah saya yg berada di daerah Depok, awalnya saya menuju kampus terlebih dahulu, sekedar info saya kuliah di UNIVERSITAS GUNADHARMA  jurusan akuntansi, disana saya menemui teman-teman saya yang sudah berjanjian untuk mengunjungi koperasi Kopma, saya menaiki motor ke Kampus D Gunadarma lalu saya dan teman-teman saya, berjalan kaki menuju halte yg ada didalam kawasan UI untuk menunggu bis UI, lalu saya dan teman-teman naik bis UI dan turun di halte UI dekat stasiun UI, dari sana saya melanjutkan berjalan kaki untuk mencapai koperasi Kopma FIB UI, awalnya saya kurang tahu letak persis koperasinya tetapi setelah saya bertanya kepada seorang satpam UI saya pun ditunjukan jalannya untuk ke koperasi Kopma tersebut, sesampainya disana saya masuk dan bertanya pada anggotanya, namun dikarnakan waktu jam istirahat saya pun diminta anggota koperasi tersebut untuk kembali lagi jam 13:00 siang, akhirnya saya pun menunggu di luar koperasi Kopma tersebut bersama teman-teman saya, dan pada pukul 13:00 saya dan teman-teman pun kembali dan memulai bertanya-tanya tentang koperasi Kopma.


 
Sejarah dan tentang koperasi KOPMA




Koperasi kopma didirikan pada tanggal 18 november 1989, dahulu pada awal berdirinya koperasi kopma ialah didirikan oleh Ahmad Sahrudi sebagai pendiri dan sekaligus pemilik koperasi tersebut, awal berdiri koperasi Kopma berada di gedung 2 FIB UI dan pada tahun 1999 pindah keberadaannya menjadi di gedung 9 FIB UI, dan saat perubahan letak itu koperasi kopma dan seluruh aset-asetnya juga berubah menjadi koperasi yang dipegang oleh para mahasiswa FIB UI bukan lagi milik perorangan Ahmad Sahrudi, dan mulai berstruktur yaitu ada ketua,wakil ketua,bendahara,sekertaris, dan yang lainnya, awal terbentuk koperasi Kopma hanya mempunyai karyawan 3 orang namun seiring berjalannya waktu dan perubahan-perubahannya koperasi kopma kini memiliki anggota kurang lebih sebanyak 300 anggota yang, dan jika ingin menjadi anggotanya bersyarat meregistrasikan data diri dengan biaya sebesar 50.000 rupiah untuk jangka waktu 1 tahun dan untuk memperpanjangnya anggota dikenakan biaya 15.000 pertahun, uang registrasi dan uang perpanjang tersebut salah satunya  yaitu untuk uang beredar dalam koperasi Kopma tersebut untuk menjalankan segala bentuk kegiatan-kegiatan dalam koperasi.

Produk-produk yang awalnya dijual oleh koperasi kopma ialah semacam produk buku-buku,  penyewaan alat-alat dvd, proyektor, mic wireless, speaker, macam-macam makanan, alat tulis, dan yang lainnya, namun semenjak berjalannya waktu produk buku, mulai dihilangkan oleh koperasi Kopma karna kebanyakan mahasiswanya sudah memakai internet-internet untuk mencari bahan-bahan tugasnya, dan sekarang yang masih berjalan produknya ialah alat-alat tulis,makanan,dan penyewaan alat-alat,sesuai kebutuhan mahasiswa.

Seiring berjalannya koperasi Kopma dan semakin berkembangnya koperasi juga sering mengadakan seminar-seminar, kunjungan kerja mahasiswa-mahasiwa untuk melatih kinerja entrepreneur mahasiswanya, dan setiap tahunnya koperasi membuat laporan keuangan untuk melihat bagaimana kedudukan keuangan koperasi Kopma tersebut, laporan keuangan tersebut ditunjukan oleh setiap anggota koperasi kopma untuk pedoman bagaimana hasil dari koperasi Kopma tersebut. Secara de jure, KOPMA FIB UI sudah Berbadan Hukum pada tanggal 18 Februari 2000 dengan nomor 07/BH/KDK/9.4/II/2000 .

Susanan anggota KOPMA FIB UI 2012 :
Ketua Umum : Annisa Mardiani (Sejarah ’09)
Sekretaris Umum : Giestavia Prixasti (Sejarah ’09)
Bendahara I : Ayesa (Cina ’10)
Bendahara II : Insyiah Desi S. (Jepang ’11)
Kestari : Aprilia Dwi D. (Sejarah ’10)

Divisi Pengembangan Organisasi
Koordinator : Guspradana S. (Indonesia ’10)
Staff :
1. Muhammad Hakim Afrianto (Inggris ’11)
2. Ardam Rafif Trisilo (Inggris ’11)
3. Galih Arum P. (Cina ’10)
4. Selly Nur Fadillah (Jerman ’10)
5. Agil Kurniadi (Sejarah ’10)

Divisi Pengembangan Usaha
Koordinator : Firdha Widyantari (Sejarah ’09)
Staff :
1. Guntari Hasyyatiningsih (Indonesia ’11)
2. Rury Uswatun H. (Sejarah ’09)
3. Safirah Pramarta (JIP ’11)
4. Arini Haqq (Sejarah ’10)
5. Kiki Fauziah (JIP ’09)

Divisi Hubungan Masyarakat
Koordinator : Madiareni Sulaiman (JIP ’09)
Staff :
1. Hanisa Tricahyani (Sejarah ’09)
2. Vilianty Rizki Utami (JIP ’09)
3. Kamaludin Yahya (Inggris ’11)
4. Nurul Fajriah (Korea ’10)

Perwakilan Kopma FIB UI di DPM
Dian Masniari (JIP ’09)

Badan Pengawas
1. Muhammad Ridho Rahman (Sejarah ’08)
2. Anggi Aprilia (JIP ’09)

Berikut beberapa gambar produk KOPMA FIB UI :




                     

.




Dan masih banyak lagi yang lainnya.


Mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan tentang pengalaman perjalanan saya dan tentang koperasi kopma FIB UI tersebut, kurang lebihnya mohon maaf, kritik dan saran yang membangun pun masih saya perlukan untuk memperbaiki tulisan saya tentang pengalaman perjalanan saya dan tentang membahas koperasi Kopma tersebut dan juga tulisan yang lainnya.

Terima Kasih ...




sumber :
Anggota dan Karyawan sekertariat KOPMA FIB UI, gedung X lantai 1
kopmafibui.wordpress.com
 
NAMA KELOMPOK :
  1. HENDI RAKHMAT S (24214886)
  2. MEISARAH (26214555)
  3. HANISAH (24214768)
  4. LISMA HASANAH  (26214115)
  5. ILHAM ARDIANSYAH (25214164)    

Senin, 05 Oktober 2015

POLA MANAJEMEN



Manajemen adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara mencapai tujuan dengan efektif dan efisien dengan menggunakan bantuan/melalui orang lain, Definisi manajemen menurut stoner adalah, suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan.

            Menurut prof. ewell paul roy, ph,d mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 unsur perangkat yaitu :
a.      Anggota
b.      Pengurus
c.       Manajer
d.      Karyawan merupakan penghubung antar manajemen dan anggota pelanggan

Sedangkan menurut uu no.25/1992nyang termasuk perangkat organisasi koperasi adalah :
a.      Rapat anggota
b.      Pengurus
c.       Pengawas


Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan di operasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama, koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Dengan demikian Manajemen koperasi dapat dikatakan sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan

Rapat anggota

·         Koperasi merupakan kumpulan orang atau badan hokum koperasi
·         Koperasi dimiliki oleh anggotadijalankan oleh anggota dan bekerja untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat
·         Rapat anggota adalah tempat di mana suara anggota berkumpul dan hanya diadakan pada waktu tertentu
·         Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama, seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baik di luar maupun didalam rapat anggota, dan anggota juga harus ikut serta dalam mengadakan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi

Anggota secara keseluruhan menjalankan manajemen dalam suatu rapat anggota dengan menetapkan :
·         Anggaran dasar
·         Kebijaksanaan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi
·         Pemilihan/pengangkatan pemberhentian pengurus dan pengawas
·         Rencana kerja, pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan tugas
·         Pembagian shu
·         Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi

Pendekatan system pada koperasi

·         Menurut draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu :
-         Organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat social
-         Perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasanya dalam ekonomi pasar (pendekatan neo klasik)


Intepresentasi dari koperasi sebagai system

·          Kompleksitas dari perusahan koperasi adalah suatu system yang terdiri dari orang-orang dan alat-alat teknik. System ini dinamakan sebagai socio technologi system yang selanjutnya terjadi hubungan dengan lingkungan sehingga dapat dianggap sebagai sebagai system terbuka, system ini ditujukan pada target dan dihadapkan dengan kelangkaan sumber-sumber yang digunakan



Sumber
http://slideplayer.info/slide/2387540/#
https:/id.m.wikipedia.org
www.koperasiku.com


NAMA :
·         HENDI RAKHMAT S
·         ILHAM ARDIANSYAH

Senin, 01 Juni 2015

Pengangguran



P
engangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

 Jenis & macam pengangguran

     Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.


     Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

     Berdasarkan jam kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
  • Pengangguran terselubung (disguised unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  • Pengangguran setengah menganggur (under unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.



Berdasarkan penyebab terjadinya
Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 9 macam:
  • Pengangguran friksional (frictional unemployment) adalah pengangguran karena pekerja menunggu pekerjaan yang lebih baik.
  • Pengangguran struktural (Structural unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan oleh penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.
  • Pengangguran teknologi (Technology unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan perkembangan/pergantian teknologi. Perubahan ini dapat menyebabkan pekerja harus diganti untuk bisa menggunakan teknologi yang diterapkan.
  • Pengangguran kiknikal adalah pengangguran yang disebabkan kemunduran ekonomi yang menyebabkan perusahaan tidak mampu menampung semua pekerja yang ada. Contoh penyebabnya, karena adanya perusahaan lain sejenis yang beroperasi atau daya beli produk oleh masyarakat menurun.
  • Pengangguran musiman adalah pengangguran akibat siklus ekonomi yang berfluktuasi karena pergantian musim. Umumnya pada bidang pertanian dan perikanan. Contohnya adalah para petani dan nelayan.
  • Pengangguran setengah menganggur adalah pengangguran di saat pekerja yang hanya bekerja di bawah jam normal (sekitar 7-8 jam per hari).
  • Pengangguran keahlian adalah pengangguran yang disebabkan karena tidak adanya lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahlian. Pengangguran jenis ini disebut juga pengangguran tidak kentara dikarenakan mempunyai aktivitas berdasarkan keahliannya tetapi tidak menerima uang. Contohnya adalah anak sekolah (siswa) atau mahasiswa. Mereka adalah ahli pencari ilmu, tetapi mereka tidak menghasilkan uang dan justru harus mengeluarkan uang atau biaya, misalnya harus membeli paket buku LKS atau membayar biaya kursus yang diselenggarakan oleh sekolahnya sendiri. Contoh lainnya adalah (misalnya) seorang pelatih pencak silat yang tidak meminta gaji dari organisasinya. Pengangguran tidak kentara ini, juga bisa disebut sebagai pengangguran terselubung.
  • Pengangguran total adalah pengangguran yang benar-benar tidak mendapat pekerjaan, karena tidak adanya lapangan kerja atau tidak adanya peluang untuk menciptakan lapangan kerja.
  • Pengangguran unik adalah pekerja yang menerima gaji secara rutin tanpa pemotongan, tetapi di tempat kerjanya hanya sering diisi dengan bercerita sesama pekerja karena minimnya pekerjaan yang harus dikerjakan. Hal ini disebabkan karena tempat kerjanya kelebihan tenaga kerja. Pengecualian untuk pegawai atau petugas pemadam kebakaran atau penanggulangan bencana alam. Pegawai atau petugas seperti demikian tenaganya harus disimpan dan dipersiapkan secara khusus jika ada pelatihan atau simulasi atau harus diterjunkan pada situasi sebenarnya.

Penyebab pengangguran

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu proses pembangunan.


Akibat pengangguran

Bagi perekonomian negara
  1. Penurunan pendapatan perkapita.
  2. Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak.
  3. Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.
  4. Dapat menambah hutang negara.
Bagi masyarakat
  1. Pengangguran merupakan beban psikologis dan psikis.
  2. Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan, karena tidak digunakan apabila tidak bekerja.
  3. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik.

Contoh pengangguran di daerah sekitar rumah saya.

            pengangguran karna kurangnya keahlian, misalnya orang yg sudah lulus di bidang otomotif tetapi dia tidak mengerti tentang apa yg dipelajarinya di waktu dia masih bersekolah di bidang tersebut, akibatnya dia tidak memiliki keahlian apa-apa untuk bekal dia bekerja.
Pengangguran adalah suatu masalah yang selalu dihadapi oleh semua Negara di dunia terutama Negara berkembang. Di Negara Negara berkembang seperti Indonesia contohnya pengangguran adalah suatu masalah sosal yang bisa bilang dinamis karena dari waktu ke waktu,dari tahun ke tahun perkembangannya selalu bertambah.

Bila masalah ini terus dibiarkan akan sangat mengganggu pertumbuhan ekonomi dalam suatu Negara. Begitupun dengan kondisi kesejahteraan rakyatnya yang akan sangat terpuruk bila masalah ini tetap dibiarkan.

Untuk mengatasi masalah pengangguran ini pemerintah bersama BUMN dan perusahaan swasta harus bekerja sama dan berusaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Mungkin menurut saya industri rumahan atau Home Industry harus lebih banyak dikembangkan baru setelah itu industri menengah dan industri besar yang dikembangkan. Karena dengan industri rumahan ini akan lebih banyak tenaga kerja yang terserap karena tingkat tingginya jenjang pendidikan tidak terlalu menjadi prioritas. Pengangguran akan selalu tumbuh seiring dengan berjalannya waktu dan pertumbuhan penduduk maka dari itu terutama pemerintah harus lebih ‘kreatif’ untuk menyelesaikan pengangguran ini.








Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran