1. MERKANTILISME, adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan bahwa besarnya volum perdagangan global teramat sangat penting. Aset ekonomi atau modal negara dapat digambarkan secara nyata dengan jumlah kapital (mineral berharga, terutama emas maupun komoditas lainnya) yang dimiliki oleh negara dan modal ini bisa diperbesar jumlahnya dengan meningkatkan ekspor dan mencegah (sebisanya) impor sehingga neraca perdagangan dengan negara lain akan selalu positif.
Ajaran merkantilisme dominan sekali diajarkan di seluruh sekolah Eropa pada awal periode modern (dari abad ke-16 sampai ke-18, era dimana kesadaran bernegara sudah mulai timbul).
2. KAPITALISME, adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.
3. KOMUNISME, adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis.
4. SOSIALISME, adalah sistem sosial dan ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi,serta teori politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem tersebut,Ada banyak jenis sosialisme dan tidak ada definisi tunggal secara enskapitulasi dari mereka semua Mereka berbeda dalam jenis kepemilikan sosial yang mereka ajukan, sejauh mana mereka bergantung pada pasar atau perencanaan, bagaimana manajemen harus diselenggarakan dalam lembaga-lembaga yang produktif, dan peran negara dalam membangun sosialisme
5. FASISME, adalah gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik. Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspektif korporatis, nilai, dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi. Fasisme didirikan oleh sindikalis nasional Italia dalam Perang Dunia I yang menggabungkan sayap kiri dan sayap kanan pandangan politik, tapi condong ke kanan di awal 1920-an. Para sarjana umumnya menganggap fasisme berada di paling kanan. Fasis meninggikan kekerasan, perang, dan militerisme sebagai memberikan perubahan positif dalam masyarakat, dalam memberikan renovasi spiritual, pendidikan, menanamkan sebuah keinginan untuk mendominasi dalam karakter orang, dan menciptakan persaudaraan nasional melalui dinas militer.
6. DEMOKRASI EKONOMI, Sistem demokrasi ekonomi adalah suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Hal ini juga dijelaskan dalam TAP MPR No. IV/MPR/1999 dengan menggunakan istilah sistem ekonomi kerakyatan, di mana masyarakat memegang peran aktif dalam kegiatan ekonomi, dan pemerintah berusaha menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.
B.PERBEDAAN BISNIS YANG MENGEJAR UNTUNG DAN TIDAK MENGEJAR UNTUNG.
Bisnis yang hanya mengejar keuntungan saja yaitu usaha yang dilakukan oleh si pembisnis tersebut yang menawarkan barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan/laba sebesar besarnya . Contoh : Bisnis di bidang industri, tekstil, dan lainnya, sedangkan jika bisnis yang tidak mengejar keuntungan yaitu pembisnis yang menjual barang dan jasa guna untuk memberikan manfaat produk yang mereka jual supaya produk tersebut bermanfaat bagi konsumen yang membelinya dan tidak terlalu mementingkan seberapa besar keuntungan yang mereka dapat. Contoh ; Koperasi, perseroan dan yang lainnya.
C. PANDANGAN MASYARAKAT DULU DAN SEKARANG TENTANG PROFESI BISNIS.
1. Menurut Pandangan
Masyarakat zaman dulu tentang profesi bisnis, Pada masa lalu pekerjaan
di bidang bisnis belum menarik bagi anak muda dibandingkan dengan masa
sekarang, Pada masa lalu orang tua kita memandang sebelah mata terhadap
pekerjaan bisnis, karena bisnis belum dianggap sebagi profesi, persepsi
demikian telah berlalu, sekarang masyarakat sudah tidak memandang rendah
lagi, karena bisnis sudah diangkat menjadi profesi.
Banyak faktor
psikologis yang membentuk sikap negatif masyarakat sehingga mereka
kurang berminat terhadap profesi bisnis, antara lain sifat agresif,
ekspansif, bersaing, egois, tidak jujur, kikir, sumber penghasilan tidak
stabil, kurang terhormat, pekerjaan rendah dan sebagiannya.
2. Namun menurut
pandangan masyarakat modern mengenai profesi bisnis berbeda dengan
pandangan masyarakat zaman dulu, Dalam zaman modern sekarang ini, dunia
bisnis sangat kompleks, dan membutuhkan banyak waktu untuk mereka yang
ingin mempelajarinya secara mendalam. Dan sangat mengasyikkan apabila
kita mulai melaksanakan bisnis secara nyata. Bahkan dalam kehidupan
sehari-hari kita perhatikan jutaan orang melakukan kegiatan bisnis.
Mereka ada yang berhasil mengembangkan usaha dan memperbesar nilai
bisnisnya yang makin lama makin maju tetapi ada pula yang gagal. Bagi
mereka yang berhasil, kegiatan bisnis makin menarik dalam kehidupan
mereka.
Memang profesi bisnis
sangat mengasyikkan, karena memberikan kepuasan lahir dan batin kepada
pelaksananya. Bisnis harus berpandangan jauh kedepan. Bisnis didirikan
bukan untuk sementara, tetapi untuk selamanya, seumur hidup pemilik dan
terus dilanjutkan oleh ahli warisnya. Oleh sebab itu, dunia bisnis harus
menjaga faktor kontinuitas usaha yang membuat landasa usaha yang kuat
menuju masa depan yang penuh tantangan.